About Me

My photo
I'm “Biol”“logy” teacher at MRSM Beseri...hehehehe!..i quite garang masa ngajar..but I’m good teacher. ..tanya my students!! 17 Jun 2016 anniversary jadi cikgu ..heppy 14 years for being a good teacher! Not talk too much but..ada ramai kawan2!..I'm a “mithali” isteri to AMIZAL insyaAllah.. and a loving+caring mother to AMMAR BADLISYAH ,amp; ALIFF ISKANDAR..& ALEESYA HANA...so far, i'm just living my life with a big smile.  ! i have a lovin' husband , 2 sons & sorang anak dara comel who loves me just as much… Stay kat Kangar Perlis..walaupun I’m JOHORIAN …hubby da beli rumah for our fmly…heppi sangat.. Alhamdulilah .Thanks Abg.

Sunday, June 12, 2011

http://blog.uin-malang.ac.id/bayyinatul/2010/06/16/menentukan-waktu-ovulasi-melalui-perubahan-lendir-serviks/


Fase tidak subur sebelum ovulasi

Setelah menstruasi, dalam beberapa hari vulva dalam kondisi kering. Fase ini mungkin tidak ada bila siklusnya pendek dan akan panjang bila siklusnya panjang. Sensasi kering di vulva dan biasanya tidak ditemukan lendir.

Fase subur

Ketika estrogen meningkat, lendir serviks dapat dirasakan pada vulva. Pada mulanya akan memberikan sensasi lembab dan akan terdapat sejumlah kecil lendir yang berwarna putih atau krem. Pada tes dengan jari, lendir cenderung mempertahankan bentuk dan mudah pecah.

Pada fase transisi, jumlah lendir meningkat dan lendir dengan warna seperti awan dapat dilihat. Elastisitas rendah dan menimbulkan sensasi basah.

Pada saat mendekati ovulasi, lendir makin banyak dan mungkin jumlahnya bisa 10 kali lipat. Ini memberikan sensasi licin pada vulva. Penampakan seperti putih telur yang mentah, tipis, berair, dan transparan. Pada tes dengan jari, lendir yang sangat subur ini dapat ditarik sampai beberapa centimeter sebelum pecah.

Lendir yang subur menjaga kehidupan sperma, memberinya makan dan membiarkannya melalui serviks. Pada lendir ini, sperma dapat hidup sampai dengan 3 hari, bahkan pada kasus yang jarang dapat hidup sampai dengan 5 hari atau lebih (Patmini, 2004).

Hari puncak

Hari puncak menunjukkan hari terakhir dimana lendir yang elastis, transparan terlihat atau dirasakan.

Fase tidak subur setelah ovulasi

Selama fase setelah ovulasi, setelah hari puncak, sensasi licin menghilang dan secara tiba-tiba kembali ke kering lagi. Gejala subyektif ini merefleksikan adanya progesteron, yang menebalkan lendir sehingga menyumbat serviks dan menghalangi masuknya sperma.

Pada pemeriksaan lendir serviks ini ada beberapa yang harus diingat:

(1) Jumlah dan kualitas lendir bervariasi pada seorang perempuan dengan perempuan lain dan pada satu siklus dengan siklus yang lain tidak sama.

(2) Setiap perubahan sensasi dan bahkan pada sejumlah kecil lendir harus diperhatikan.

(3) Jika menemukan kesulitan dalam mendeteksi lendir dari luar, kadang-kadang lebih mudah dikenali setelah berolahraga atau setelah buang air besar.

(4) Kegel (gerakan mengerutkan otot panggul bagian bawah seperti menahan kencing) juga kadang membantu pengeluaran lendir.

Mencatat perubahan lendir serviks

Mencatat lendir pada Grafik Suhu dan Gejala (Patmini, 2004):

(1) Lendir mesti diperhatikan selama seharian dan grafik diberi tanda setiap malam.

Setiap hari ketika darah sedang keluar, termasuk bercak, diberi tanda M (menstruasi).
Ketika merasakan sensasi kering pada vulva dan lendir tidak terlihat, diberi tanda K (kering).
Setiap hari ketika terlihat lendir yang putih atau krem diberi tanda L (lendir).
Setiap hari ketika terlihat lendir yang transparan, licin, diberi tanda S (subur).
(2) Mendeskripsikan dengan kata-kata sendiri

Sensasi : lembab, lengket, basah, licin
Penampakan pada tisu: putih, krem, berawan, atau transparan.
Pada lendir yang subur kadang-kadang terlihat bercak darah.

Tes dengan jari: lengket, membenang, atau elastis.
(3) Hari Puncak

Hari ini ditandai dengan memberi tanda silang pada huruf S yang terakhir. Hari ini dapat diketahui secara restropektif. Pada hari selanjutnya akan terjadi perubahan lendir menjadi lebih tebal, putih dan lengket atau menjadi kering lagi.

(4)Tanda-tanda tambahan

Tanda-tanda yang merupakan indikator minor ini juga dicatat.

(4) Hubungan seksual

Karena cairan semen akan mempengaruhi konsistensi lendir, dicatat dalam grafik dengan melingkari nomornya.

Gambar Contoh pencatatan perubahan lendir serviks (Patmini, 2004).


No comments: